Tuesday, 09 February 2010

CARI DATA

SAPAAN ANDA

Sekolah Katolik Kenya Berencana Larang Jilbab PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 04 November 2009 10:17
Ratusan siswi Muslimah berjilbab terancam dikeluarkan dari sekolah-sekolah milik Gereja Katotik di Kenya. Pihak gereja berencana memberlakukan larangan jilbab bagi para siswinya yang bergama Islam.

Jumlah Muslim Kenya sekitar 10 juta jiwa dari total 36 juta penduduk. Para pemimpin Muslim berencana mendesak pihak gereja agar tidak jadi memberlakukan larangan tersebut. “Ini isu sangat serius. Kita akan melihat benturan antara Muslim dan Kristen Kenya,” kata Sheikh Sharif Katamy, pejabat Supreme Council of Kenya Muslims (SUPKEM), mengingatkan.

Suasana memanas dalam beberapa hari terakhir dan para orangtua Muslim dianjurkan memindahkan anak-anaknya dari lembaga-lembaga pendidikan gereja. “Kami menganjurkan siswa Muslim tidak dimasukan ke sekolah milik gereja,” ujar Sheikh Katamy.

Kaum Muslim juga mengancam akan memboikot bisnis-bisnis yang sepenuhnya dioperasikan pihak gereja. “Kami memikirkan bagaimana melumpuhkan aktivitas gereja termasuk memboikot lembaga-lembaga yang mereka operasikan,” kata Sheikh Katamy. “Kami sedang memikirkan soal menghentikan semua urusan dengan gereja. Kami juga mengimbau kaum Muslim untuk menghentikan semua transaksi bisnir dengan gereja.”

Aksi-aksi tersebut dilakukan pihak Muslim sebagai penentangan atas ulah gereja yang melanggar kebebasan beribadah di Kenya.

Pihak pemerintah berusaha meredakan ketegangan dengan meminta pihak gereja mencabut rencana pelarangan jilbab bagi siswa Muslimah. (iol/mel).*

Last Updated on Wednesday, 04 November 2009 10:39
 
  ISLAM MEDIA NETWORK