Tujuh Muslim asal Pakistan berencana mengajukan gugatan hukum kepada pemerinatah Wales, setelah mereka menjadi korban profiling, ditahan, dan diinterogasi ketika hendak terbang ke Glasgow untuk menghadiri pernikahan temannya. “Jelas ini diskriminasi,” ujar Sajid Hussain (30), salah seroang korban, kepada Wales Online (4/11). “Hanya kami orang Asia di bandara saat itu.”
Ketujuh orang tersebut, semuanya dibesarkan di Cardiff, mengatakan mereka ditahan olah pasukan keamanan bersenjata bandara pada 24 Oktober lalu karena berjanggut dan berpenampilan Asia. “Seolah-olah mereka berkata kepada saya, ‘Anda punya jenggot, maka kamu seperti teroris’,” kata Hussain. “Saya merasa tidak enak, hanya karena penampilan saya, saya disangka teroris.” Banyak kaum Muslim mengeluh karena ditahan di bandara dan ditanyai setelah peristiwa 9/11 hanya karena mereka bernama atau berpakaian ala Muslim. Husaain dan kawan-kawan mengemukakan, mereka ditahan dan dilecehkan selama lebih dari dua jam. “Mereka memanggil kami dan mengecek passport kami,” ujar Atif Shabir (27). “Mereka juga mengamati nama, alamat, dan tanggal lahir kami, serta menanyakan tujuan kami.” Nadeem Ashraf (29) mengatakan, mereka menolak memberikan informasi tentang alasan penahanan. Dibawa ke ruangan terpisah, ketujuh Muslim ini diminta mengosongkan sakunya, menyerahkan HP, dan kartu bank. Selama dua jam lebih mereka diinterogasi dan diminta pandangan tentang pemikiran radikal. "Mereka bertanya, apakah di masjid mereka (kaum Muslim) membicarakan tentang English Defence League dan Welsh Defence League," timpal Naweed Akram, merujuk pada dua kelompok anti-Muslim di Inggris dan Wales. “Saya katakan, di masjid mereka (para ulama) mengajarkan kami tentang agama.” (islamonline/mel).* |