|
Pimpinan tertinggi Angkatan Darat Amerika mengekspresikan kekhawatirannya, serangan mematikan terhadap basis militer di Texas akan mendorong terjadinya serangan balasa terhadap tentara Muslim. “Saya khawatir spekulasi yang berkembang ini akan menyebabkan serangan balasan terhadap tentara-tentara Muslim kami,” kata Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal George Casey, kepada CNN. “Saya sudah minta pimpinan AD kami untuk mewaspadai hal itu.” Sedikitnya 13 orang tewas dan 30 lainnya terluka ketika mayor AD, Nidal Malik Hasan, mengamuk dengan menembaki basis tentara di Fort Hood di Texas Kamis pekan lalu.
Menurut Casey, latar belakang agama Hasan sebagai Muslim bisa mendorong adanya aksi balasan kepada tentara-tentara Muslim AS. Senator Joe Lieberman, ketua komite Keamanan Dalam Negeri Senat AS, menyebut serangan terhadap markas tentara AS itu sebagai “ekstremisme kaum Islamis” (“Islamist extremism”). “Ada tanda-tanda peringatan yang sangat kuat di sini bahwa Dr. Hasan telah menjadi ekstremis Islam,” kata Lieberman kepada Fox News. “Dan, oleh karena itu, ini aksi teroris.” Lahir di Amerika dari keluarga imigran, Hasan, seorang psikiatris, bergabung dengan tentara AD AS dan menerima izin medisnya pada 12 Juli 2005. Selama bertugas, ia melayani konsultasi banyak tentara yang kembali dari Irak dan Afghanistan. Ia pun merasakan realitas perang yang mengerikan. Menurut pejabat AD, Hasan ditugaskan akan ditugaskan di Afghanistan. Diduga, Hasan ingin keluar dari tentara guna menghindari penugasan di Afghanistan dan ia menghadapi banyak gangguan dari sesama tentara AS karena agamanya. Meskipun kaum Muslim Amerika mengutuk keras serangan yang dilakukan Hasan, namun kekhawatiran akan adanya serangan balasan ant-Muslim kian berkembang. Menurut “American Muslim Armed Forces and Veterans Affair Council”, saat ini ada lebih dari 20,000 Muslim yang bekerja di militer AS. Para tentara Muslim AS sendiri sudah menyatakan kecamannya terhadap serangan atas basis AD tersebut. “Yang dilakukan Mayor Hasan tidak mereprentasikan kami,” tegas Robert Salaam, mantan anggota Marinir yang masuk Islam setelah peristiwa 9/11, kepada IslamOnline.net. (Mel).* |