Tuesday, 09 February 2010

CARI DATA

SAPAAN ANDA

Masjid di Nikaragua Menuai Kontroversi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 14 November 2009 10:22
Pembangunan masjid di Managua, ibukota Nikaragua, menimbulkan kontroversi karena diduga didanai oleh pemerintah Iran. “Apakah Iran mendanainya? Itulah pertanyaan tiap orang,” ujar Ismat Khatib, bendahara Asosiasi Budaya Islam Nikaragua (Nicaraguan Islamic Cultural Association) kepada Wall Street Journal (10/11) seperti dikutip IslamOnline.net.

Menurut Khatib, Iran tidak memberikan sumbangan dana dalam pembangunan masjid yang sudah dibuka pada September lalu itu. Ditegaskan, Iran memang pernah berjanji akan memberikan sumbangan, khususnya berupa karpet (permadani) buat ruangan shalat, namun mereka belum mengirimkan apa pun. “Ini fakta yang sebenarnya,” jelas Khatib yang juga pengacara dan pengusaha asli Nikaragua. “Anda dapat mengakhiri misteri soal ini.”

Kaum Muslim di Nikaragua diperkirakan hanya bekjumlah 1,500 jiwa, mayoritas imigran asal Palestina dan Libya, selain asli warga Nikaragua. Masjid atau bangunan Islamic Cultural di Managua merupakan tempat ibadah utama kaum Muslim di ibu kota yang berjumlah sekitar 320 orang.

Menurut para pemimpin Muslim, pembangunan masjid menelan biaya US$600,000, didanai oleh pengusaha kelahiran Pakistan yang tinggal di negara tetangga, Honduras. “Ia menyumbang sekitar US $350,000,” ujar Fahmi M. Hassan, presiden Islamic Cultural Association. “Sisanya ditanggung oleh komunitas Muslim di Nicaragua.”

Yusuf Amdani, pengusaha kelahiran Pakistan itu, mengkonfirmasi bahwa dirinya mendanai pembangunan masjid tersebut. “Tidak ada yang dirahasiakan soal dana pembangunan masjid,” katanya.

Amdani mengatakan, perusahaannya juga mendanai pembangunan satu-satunya masjid di Honduras.

Muslim Nikaragua, khususnya asal Palestina, banyak yang menjadi pengusaha di negara Amerika Tengah ini. Namun, karena jumlah mereka sedikit, Islam masih terasa asing di kalangan masyarakat Nikaragua yang mayoritas menganut Katolik. (mel/zonaislam.net).*

 
  ISLAM MEDIA NETWORK